Puisi/Poetry

Titik Pedih

Makamay Leversina K

Jiwaku begitu hampa

Hatiku penuh dahaga

Telingaku terasa sunyi

Hanya angin semilir yang menghempas hampaku

Hanya hantaman ombak yang melepas dahagaku

Hanya desir pasir yang membunuh sunyiku

Tidak kuat kutahan semua ini

Apakah harus kusimpan rasa ini

Yang tidak akan pernah tersampaikan

Karena kau telah pergi untuk selamanya

“Bahasa Indonesia version”

Sore Point

Makamay Leversina K

My soul is so empty

My heart is full of thirst

My ears feel silent

Only the breezy wind fills my emptiness

Only the rolling waves quench my thirst

Only the swish of sand kills my silence

I am not strong enough to resist all this

Do i have to keep these feelings

Which will never be conveyed

Because you’ve been gone for good

English version”

Good copying method is to include the source

Advertisements

SEBUAH PILIHAN DAN KETENTUAN TUHAN – Inspiration story

image

Kamu tidak akan bisa apa-apa!” kata-kata itu yang selalu ku dengar dari orang-orang terdekatku. Aku selalu memikirkan hal itu hingga membuatku bingung,kesal pada diri sendiri,dan marah.Aku merasa hidupku tidak berguna lagi dan rasanya aku tak berarti lagi sebagai manusia karna apapun yang aku lakukan selalu gagal dan mendapat cemooh dari orang-orang itu.

Aku malu dan tersiksa,sekian lama rasa penyesalan akan diriku selalu menyelimutiku.Dan pada suatu ketika,saat aku ke toko buku untuk membeli buku tentang cerita insfiratif aku tak sengaja mendengar suara dari radio di toko itu.

Yang menceritakan kisah sukses seorang pengusaha dari negara taiwan ,yang aku ingat saat ada seorang mahasiswa bertanya kepada pengusaha itu “bagaimana caranya supaya saya dapat sukses seperti anda,pak?” kemudian pengusaha itu menjawab “coba kau buka telapak tangan mu dan kau kepal erat-erat.Apakah semua garis tangan mu ikut tergenggam?” “tidak pak” jawab mahasiswa itu “nah begitulah juga dengan kekayaan,kesuksesan,kenyamanan semua berada dalam genggamanmu.Tapi yang tak dapat kau genggam/raih itu adalah Kehendak dan Kepunyaan dan bagian Tuhan dalam hidupmu.Jadi andalkan lah Tuhan dalam hidupmu”Saat mendengar hal itu aku merenung, aku lupa bahwa selama ini diriku sering mengeluh,lupa bersyukur dan lupa bahwa Tuhan mengasihi ku dan selalu memberikan hal yang terbaik buat ku.

Dari situ aku mulai mendekatkan diri lebih sungguh kepada Tuhan dan pelan-pelan aku berusaha mengetahui dan mencoba mengimprove talenta ku di suatu bidang,hingga aku pun bisa berhasil dan menunjukan kepada semua orang bahwa setiap orang punya hak yang sama untuk berhasil,tapi yang mempunyai ketentuan dalam hidup kita adalah Tuhan.